Thursday, December 24, 2015

Cairan Tubuh

ilustrasi : www.tipshacker.com
Cairan tubuh memiliki komposisi yang sangat beragam, namun masing-masing cairan tubuh menghasilkan elemen-elemen yang khusus. Cairan tubuh sangat ditentukan oleh air dan elektrolit dalam mengatur berbagai komposisi cairan dan sirkulasi di dalam tubuh. Air dan elektrolit memiliki peran yang krusial di berbagai proses metabolisme. Air masuk kedalam tubuh melalui minuman dan atau makanan dan bisa juga melalui proses metabolisme seluler. Sebagai contoh, air dari oksidasi bisa menghasilkan sekitar 300 mL air per hari. 

Persentase total cairan tubuh berbeda-beda, sesuai dengan kondisi tubuh seseorang dan dipengaruhi oleh umur, kondisi lemak tubuh, jenis kelamin, dll. Perbedaan persentase cairan tubuh berdasarkan umur :
  1. Bayi (baru lahir) = 75%
  2. Dewasa 
    • Pria (20-40 tahun) = 60 %
    • Wanita (20-40 tahun) = 50 %
  3. Usia Lanjut = 45-50%
Cairan tubuh dibagi menjadi :
1. Cairan intraseluler (di dalam sel) sekitar 65%
2. Cairan ekstraseluler (di luar sel), sekitar 35%

Cairan ekstraseluler dapat dibagi lagi menjadi :
1) Cairan interstitial (di antara jaringan), sekitar 25%
2) Cairan transelular (cairan sekresi khusus di dalam berbagai rongga tubuh seperti cairan serebrospinal, cairan intraokuler, sekresi saluran cerna, membran serosa, cairan lambung, kandung kemih, dsb), sekitar 1-2%
3) Cairan intravaskuler (plasma), sekitar 5-8%

Cairan biasanya bergerak di dalam tubuh karena berbagai kondisi tertentu dan kondisi tubuh. Komposisi elektrolit dan enzim pada cairan intraseluler berbeda dengan cairan ekstraseluler, sehingga memahami perbedaan ini dapat membantu dalam memahami proses penyakit. Misalnya, kadar kalium lebih tinggi di dalam sel daripada di luar sel dan kadar natrium juga berbeda antara cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler, namun pada kondisi tertentu karena dipengaruhi oleh batas membran dan jaringan, maka konsentrasinya dapat berubah. Dengan melakukan pemeriksaan kimia dan pemeriksaan elemen seluler, dapat membantu mendiagnosis dan memantau kondisi pasien. Secara umum, pemeriksaan cairan tubuh bermanfaat untuk menilai peradangan, infeksi, keganasan, dan perdarahan.

Sunday, December 13, 2015

Kimia Klinik seri 1



Judul : Kimia Klinik seri 1
Penulis : Dedy Arianda, Amd.AK, S.Si
Penerbit : AM-Publishing
Tahun : Rabi’ul Awwal 1436 H/ Desember 2015
Tebal : 119 halaman
Ukuran : 14x20 cm
Harga : Rp. 40.000,-

ATLM/Analis Kesehatan kekurangan referensi dan buku-buku tentang Laboratorium Medik, nah Tim kita sekarang lagi berjuang untuk menulis sebanyak-banyaknya buku-buku yang update dan modern tentangTeknologi Laboratorium Medik - TLM. Dan alhamdulillah sekarang baru selesai buku Kimia Klinik seri 1, yang sebelumnya juga kita sudah menjual Buku Saku Analis Kesehatan. Jadi, di buku baru ini lebih enak dilihat dan dipelajari. Yuk order buku yang baru banget dirilis ini :)

Daftar Isi :

Kata Pengantar 4
Daftar Isi 5
Pendahuluan 6
SISTEM URINARIA 8
Letak Ginjal 10
Struktur dan Bagian-bagian Ginjal 11
Sirkulasi Darah Di Ginjal 15
Persyarafan Ginjal 18
Mekanisme Pembentukan Urin 18
PEMERIKSAAN URINALISA 22
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pemeriksaan urin. 23
Tujuan Pemeriksaan Urin. 24
Jenis sampel urin. 25
Wadah Spesimen. 27
Prosedur Pengumpulan. 27
Pengawet Urin. 34
Pemeriksaan Makroskopis Urin. 36
Pemeriksaan Mikroskopis Urin. 47
Pemeriksaan Kimia Urin. 75
Pemeriksaan Carik Celup. 100
Pemeriksaan Kultur Urin. 106
Pemeriksaan GFR. 108
Pemeriksaan Fungsi Tubulus 114
Daftar Pustaka. 118
Sumber Gambar 119 


Contoh Isi buku :








Beli langsung via Whatsapp klik di sini

CARA BELI DAN DAFTAR BUKU LAINNYA LIHAT DISINI

Perhatian Penting :

  1. Pemesanan harus menggunakan format yang benar, wajib menyertakan kode pos. 
  2. Menulis alamat selengkap mungkin agar paket pengiriman lebih cepat sampai tujuan 
  3. Pembayaran dilakukan setelah mendapatkan balasan pemesanan sesuai format 
Pemesanan dilakukan dengan cara :
Pertama kirim pesan dengan format : BKK#JUMLAH#NAMA#ALAMAT#KODEPOS#TELP kirim ke : 085697529868 (SMS/WA) atau pin BB (767BDB81)

harga 1 buku = Rp 40.000 (Belum termasuk Ongkos Kirim, dapat dikirim ke seluruh wilayah Indonesia melalui POS/ JNE)

Cara Pembayaran :
Pembayaran dilakukan setelah mendapatkan balasan pemesanan sesuai format di atas. Pembayaran dapat dilakukan melalui rekening berikut:

BANK BRI : A.N. Dedy Arianda = 7313-01-003219-53-9
atau
BANK MANDIRI : A.N. Dedy Arianda = 900-00-0778569-5
atau
BANK BTN : A.N. Dedy Arianda 00535-01-61-000274-8

Setelah melakukan pembayaran melalui No. Rekening di atas, kami mohon Anda segera melakukan konfirmasi dengan menyertakan NOMINAL dan TUJUAN BANK TRANSFER (BRI/MANDIRI/BTN) kepada kami melalui no: 085697529868 (SMS/WA) atau pin BB (767BDB81) agar pengiriman barang dapat lebih cepat lagi kami lakukan. Setelah konfirmasi dari Anda kami terima, Insya Allah kami langsung mengirimkan buku pesanan Anda.
Terimakasih.



Spesimen pediatrik

Spesimen pediatrik  adalah sampel urin yang diambil dari anak-anak dengan wadah khusus dikarenakan pengambilan  urin pada anak-anak terkadang agak sulit. Pengambilan spesimen pediatrik dibutuhkan peralatan yang lembut, kantong plastik dengan perekat kulit  yang hypoallergenic untuk melekat pada daerah genital dari  anak laki-laki maupun perempuan pada saat mengumpulkan spesimen rutin. Prosedur pembersihan dan tempat penampung spesimen harus steril dan tidak menyentuh bagian dalam tempat penampungan ketika memasangnya. Untuk pengujian kuantitatif, tempat penampungan sampel yang tersedia harus memudahkan tabung lain  terpasang dan dapat dipindahkan ke wadah yang lebih besar. Persyaratan dari alat penampung spesimen pediatrik adalah :
ü Alat penampung harus tertutup rapat pada saat penampungan urin, dengan bentuk cocok disesuaikan dengan anatomi anak
ü Alat penampung didesain untuk memudahkan proses pengambilan urin pada pasien anak kecil atau pasien yang memerlukan perlakuan yang sama.
ü Permukaan perekat menahan dengan aman, mudah dilepas dan dilipat sehingga aman ketika jatuh dan dikirim ke laboratorium.
ü Desain yang cocok untuk bayi perempuan dan laki-laki.
ü Diproses dari bahan medis dengan perekat rendah alergi yang tidak menyebabkan iritasi pada kulit halus dari bayi
ü Steril,  tidak toksik dan bebas penyakit.
Prosedur pengambilan spesimen pediatrik :
1)  Untuk bayi dan anak kecil, penampung urin khusus dilekatkan ke kulit sekeliling area uretal.
2) Ketika penampungan selesai, urin dituang ke dalam gelas penampung atau dipindahkan langsung kedalam tabung sementara dengan selang perantara. Urin yang diperoleh dari popok tidak direkomendasikan untuk pemeriksaan karena kontaminasi dari bahan popok yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan.