Tuesday, June 18, 2013

Antikoagulan Sitrat

Ilustrasi : jackyface.en.ec21.com
Trisodium citrate (Na3C6H5O7 .2 H2O) merupakan salah satu antikoagulansia darah yang tidak toksik. Nama lain dari Trisodium citrate  adalah Natrium Sitrat ; Sitrosidin ; Sitnantin ; Sitnatin ; 2 - hydroxy - 1,2,3 - propanetricorboxylic acid trisodium salt dihydrate dan Sodium citrat dihydrat. Trisodium citrate merupakan kristal atau serbuk putih yang tidak berbau dengan berat molekul 294,10. Bentuk serbuk pada penggunaan yang tidak hati-hati sering menimbulkan kecelakaan kerja berupa iritasi pada saluran nafas yaitu batuk atau sesak nafas. Serbuk Trisodium citrate juga merupakan bahan yang berpotensi mudah meledak sehingga sebaiknya disimpan di tempat yang dingin dan kering. Trisodium citrate adalah suatu chelating agent dan merupakan senyawa hidrokarbon rantai lurus dengan formula kimia HOC (COONa)(CH2COONa)2.2H2O
Sebagai antikoagulan in vitro umumnya digunakan dalam bentuk larutan. Cara kerja antikoagulan ini adalah menghambat aktivitas faktor pembekuan dengan mengikat kalsium menjadi kompleks kalsium sitrat, sehingga menghambat aktifitas fibrinogen menjadi fribrin (bekuan).
Trisodium sitrat dihidrat 3.2% buffered natrium sitrat (109 mmol/L) direkomendasikan untuk pengujian koagulasi dan agregasi trombosit. Penggunaannya adalah 1 bagian citrate + 9 bagian darah. Dalam pemeriksaan koagulasi seperti PPT, sitrat dipakai karena sitrat memiliki pH netral sedangkan EDTA yang memiliki pH basa yamg akan mengakibatkan pemanjangan PPT negatif. Sedangkan natrium sitrat konsentrasi 3,8% digunakan untuk pemeriksaan erythrocyte sedimentation rate (ESR) atau KED/LED cara Westergreen. Penggunaannya adalah 1 bagian sitrat + 4 bagian darah.
Secara komersial, antikoagulan sitrat dapat dijumpai dalam bentuk tabung hampa udara dengan tutup berwarna biru terang. Namun sebaiknya tidak menggunakan vacutainer karena dikhawatirkan dapat terjadi aktivasi trombosit oleh shear vakum. Beberapa laboratorium mengkoreksi hematokrit, terutama bila nilai hematokrit terlalu tinggi atau rendah, karena pada orang dengan nilai hematokrit yang tinggi, diperlukan lebih banyak agonist oleh karena kurangnya jumlah kalsium bebas yang terdapat di plasma.
Spesimen harus segera dicampur segera setelah pengambilan untuk mencegah aktivasi proses koagulasi dan pembentukan bekuan darah yang menyebabkan hasil tidak valid. Pencampuran dilakukan dengan membolak-balikkan tabung sebanyak 4-5 kali secara lembut, karena pencampuran yang terlalu kuat dan berkali-kali (lebih dari 5 kali) dapat mengaktifkan penggumpalan platelet dan mempersingkat waktu pembekuan.
Untuk mendapatkan plasma sitrat harus segera dicentrifuge selama 15 menit dengan kecepatan 1500 rpm dan dianalisa maksimal 2 jam setelah sampling.


0 comments:

Post a Comment