Thursday, June 20, 2013

Antikoagulan Double Oxalate


Double oxalat merupakan antikoagulan menurut Paul dan Heller dengan nama lain oxalate mixture atau campuran oksalat seimbang. Antikoagulan ini terdiri atas campuran dari kalium dan ammonium oxalate dalam perbandingan 3 : 2. Jika menggunakan ammonium oksalat saja sebagai antikoagulan maka dapat menyebabkan eritrosit membengkak sedangkan jika hanya kalium oksalat saja dapat menyebabkan eritrosit mengkerut. Sehingga dengan campuran yang seimbang dapat digunakan sebagai antikoagulan yang tidak mempengaruhi ukuran eritrosit.
Antikoagulan ini digunakan dalam keadaan kering agar tidak mengencerkan darah ditaruh di dalam botol-botol kecil untuk penampungan darah. 2 mg antikoagulan ini digunakan untuk mencegah pembekuan tiap 1 mL darah. Komposisi dari double oxalate antara lain ;
Ammonium oxalate                1,2 g
Kalium oxalate                        0,8 g
Formalin 40%                          1,0 mL
Aquadest                     ad        100,0 mL
Botol-botol untuk penampungan 2 mL darah diisi dengan 0,2 mL sehingga tiap mL larutan ini mengandung 20 mg antikoagulansia. Larutan tersebut lalu dikeringkan dalam temperatur kamar atau inkubator (37 oC). Jangan dipakai jika lebih dari 60 oC karena antikoagulan akan berubah menjadi karbonat yang tidak memiliki sifat antikoagulan lagi.
Penggunaan pemakaian di antaranya adalah penentuan kadar hemoglobin, perhitungan sel-sel darah seperti eritrosit, lekosit, trombosit, retikulosit, pemeriksaan LED metode wintrobe, hematokrit, resitensi osmotik dan penentuan golongan darah. Antikoagulan ini bersifat toksik sehingga tidak boleh untuk pembuatan hapusan darah karena dapat mempengaruhi morfologi sel darah terutama pada bagian inti lekosit dan juga dapat menyebakan krenasi eritrosit, vakuolisasi pada protoplasma dari granulosit, fagositosis dari kristal limfosit, dan monosit.
Pemeriksaan dengan darah oksalat sebaiknya jangan ditunda-tunda karena dapat menyebabkan eritrosit cenderung menggumpal sehingga menyulitkan perhitungan jumlah eritrosit dan mempengaruhi LED. Jika terpaksa ditunda maka harus diperhatikan waktu yang diperbolehkan untuk ditunda yaitu pemeriksaan hemoglobin, jumlah lekosit dan eritrosit boleh ditunda maksimal 24 jam. Sedangkan hematokrit, retikulosit, dan LED maksimal ditunda 3 jam. Dan untuk pemeriksaan trombosit hanya boleh 1 jam.


0 comments:

Post a Comment