Wednesday, June 26, 2013

VeinViewer - Melihat vena lebih mudah


Alat ini sangat populer pada tahun 2007, rumah sakit yang pertama kali menggunakannya adalah Memphis Amerika Serikat berbasis Methodist Le Bonheur Healthcare. Alat ini dinamakan  VeinViewer atau contrast enhancer (VCE). VeinViewer merupakan alat untuk melihat vena lebih jelas dengan menggunakan kamera infra-merah sehingga darah (pembuluh darah) terlihat jelas dengan memproyeksikan gambar vena secara real time pada kulit. Alat ini meningkatkan kontras vena menggunakan software, dan memproyeksikan gambar vena ke permukaan kulit. VCE juga menggunakan software untuk menyelaraskan gambar yang diproyeksikan dengan vena sampai 0,06 mm. Dengan alat  ini, dokter, perawat, analis kesehatan dan profesional kesehatan lainnya dapat menemukan pembuluh darah dengan mudah dan menghindari suntikan berkali-kali kepada pasien. Puncture vena atau pengumpulan spesimen darah dari vena, biasanya dilakukan oleh perawat dan bersifat invasif, menyakitkan dan sering berkali-kali dilakukan. Menurut sebuah artikel dalam Journal of Phlebotomy, diperkirakan satu miliar vena puncture dilakukan setiap tahun. Dalam satu studi pada Journal of Nursing, jumlah jarum suntik untuk kateter yang berhasil berkisar dari satu sampai setidaknya 14. 90% dari pasien rawat inap memerlukan IV perifer dan sekitar 25% pasien memerlukan akses vena sentral yang terdiri dari tabung fleksibel kecil yang ditanam di bawah kulit sehingga obat dapat disampaikan langsung ke pembuluh darah besar.
Memphis yang merupakan Methodist Le Bonheur Healthcare telah menjadi sistem kesehatan pertama di dunia untuk menerapkan VeinViewer di beberapa tempat. Sistem kesehatannya berencana untuk memiliki sembilan alat ini dalam tujuh lokasi rumah sakit di wilayah Memphis. Beberapa sudah  siap.
"VeinViewer adalah teknologi revolusioner yang akan sangat meningkatkan perawatan pasien, keamanan dan kenyamanan," kata Gary S. Shorb, Presiden dan CEO, Methodist Le Bonheur Healthcare. "Membuat pasien lebih nyaman selama proses pengambilan gambar darah adalah manfaat utamanya, dan juga membantu para profesional kesehatan kami bekerja lebih efisien.
Penggunaan Pediatrik (cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan kesehatan bayi dan anak-anak) akan sangat penting karena bayi dan anak-anak memiliki pembuluh darah yang sangat kecil. Medical Center Le Bonheur Anak, rumah sakit hanya anak-anak di Le Bonheur sistem Kesehatan Methodist, adalah tempat tes awal untuk teknologi ini.
"Teknologi VeinViewer telah mengubah kemampuan kita untuk memberikan perawatan penuh kasih," kata Joel A. Saltzman, MD, direktur medis, anestesi, Le Bonheur. "Dengan VeinViewer, kami telah mengurangi tidak hanya jumlah spuit, tetapi juga tingkat stres yang terkait dengan beberapa spuit untuk praktisi, pasien dan keluarga pasien.
"Tidak ada risiko atau efek samping yang didapatkan - bahkan hanya menguntungkan," jelas Dr Saltzman. "Ini tidak invasif, tidak ada panas yang terjadi dan tidak ada kontak langsung dengan pasien. Anak-anak menyukainya karena mereka pikir itu keren. Para orangtua juga menyukai alat ini karena prosedur dengan alat ini tidak menggangggu secara psikologis atau stres pada fisik. Profesional kesehatan menyukainya karena memberikan target yang akurat dengan mode real-time. "
Dr Saltzman juga melaporkan keberhasilan alat ini 100% dengan menjaga pasien anak-anak tidak keluar dari ruang sampling untuk mendapatkan vena.
"Hal ini berarti mengurangi risiko kepada pasien dan lebih hemat ribuan dolar" kata Dr Saltzman. " efisiensi yang lebih besar dalam OR karena kita tidak harus mengganggu jadwal untuk jenis prosedur."
"VeinViewer adalah standar baru perawatan bagi siapa saja yang membutuhkan akses  vaskular. Saya senang bahwa Methodist Kesehatan adalah pelopor mengadopsi seluruh sistem teknologi ini. Menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi adalah panggilan mereka. Kami merasa terhormat untuk membantu mereka," kata Jim Phillips, chairman, CEO dan presiden Luminetx.
Sumber :
www.gizmag.com
www.ieeexplore.ieee.org
Diterjemahkan dan disusun oleh @analismuslim

Saturday, June 22, 2013

Mikrobiologi


Mikrobiologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari mikroorganisme atau mikroba. Mikroba adalah organisme hidup yang ukurannya sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Mikrobiologi berasal dari bahasa Yunani ; mikros = kecil, bios = hidup dan logos = ilmu. Mikrobiologi berhubungan erat dengan mikroskop yaitu untuk mengamati makhluk hidup yang sangat kecil dengan diameter kurang dari 1 mm. Makhluk hidup yang sangat kecil tersebut disebut dengan mikrobia, mikroba, mikroorganisme, protista atau jasad renik. Mikroba meliputi protozoa, algae, fungi, bakteri dan virus.
Mikrobiologi telah berkembang menjadi bermacam-macam ilmu yaitu virologi, bakteriologi, mikologi, mikrobiologi pangan, mikrobiologi tanah, mikrobiologi industri, dan sebagainya yang mempelajari mikroba spesifik secara lebih rinci atau menurut kemanfaatannya.
Setelah ditemukan mikroskop elektron, dapat dilihat struktur halus di dalam sel hidup, sehingga diketahui menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad, yaitu:
1. Prokariota (jasad prokariotik/ primitif), yaitu jasad yang perkembangan selnya belum sempurna.
2. Eukariota (jasad eukariotik), yaitu jasad yang perkembangan selnya telah sempurna.
Selain yang bersifat seluler, ada mikroba yang bersifat nonseluler, yaitu virus. Virus adalah jasad hidup yang bersifat parasit obligat, berukuran super kecil atau submikroskopik. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Struktur virus terutama terdiri dari bahan genetik. Virus bukan berbentuk sel dan tidak dapat membentuk energi sendiri serta tidak dapat berbiak tanpa menggunakan jasad hidup lain. Perbedaan sifat antara virus dengan jasad bersel adalah sebagai berikut:
Struktur
Virus
Jasad Bersel
Satuan struktur
Partikel (virion)
sel
Susunan:
- Asam inti
- Protein
- Lipida
- Polisakarida
- ATP / energi

DNA / RNA
ada (selubung)
tidak ada / ada
tidak ada / ada
tidak ada

DNA dan RNA
ada, lengkap
ada
ada
ada
Sifat pertumbuhan:
- Terbentuk dari  bahan genetik saja
- Bagian-bagian disintesis sendiri
- Terbentuk langsung dari elemen struktur  sejenis yang ada sebelumnya

Ya  
Ya
Tidak

Tidak
Tidak
Ya

Oleh Laboratorium Mikrobiologi
www.labmikrobiologi.blogspot.com

Antikoagulan Oksalat

Ilustrasi : stevens.ca

Antikoagulan jenis ini umumnya bersifat toksik dan berbahaya. Sifat antikoagulan didapat dari adanya oksalat yang merupakan zat penting untuk mengikat kalsium di dalam darah, yang mana kalsium merupakan faktor pembekuan darah, sehingga darah tidak membeku. Ada 3 macam oksalat yang digunakan sebagai antikoagulan yaitu ammonium oksalat, natrium oksalat dan kalium oksalat. Kombinasi seimbang antara ammonium oksalat dan kalium oksalat (perbandingan 3 : 2) dapat digunakan sebagai antikoagulan yang dikenal sebagi antikoagulan double oxalate menurut Paul dan Heller.
Adapun natrium oksalat dengan rumus molekul Na2C2O4 merupakan antikoagulan yang bekerja dengan cara mengikat kalsium sehingga membentuk kalsium oksalat yang mengendap. Nama lain dari natrium oksalat adalah oxalic acid sodium salt dengan berat molekul 134 g/mol. Zat ini berbahaya apabila tertelan atau mengenai kulit. Oleh karena itu penggunaannya harus berhati-hati jangan sampai terkena mata, kulit, atau pakaian. Penggunaannya 1 bagian oksalat + 9 bagian darah. Biasanya digunakan untuk pembuatan adsorb plasma dalam pemeriksaan hemostasis. Digunakan juga dalam bentuk larutan dari 0,1 N untuk pemeriksaan Plasma Protrombin Time (PPT) dengan perbandingan 9 bagian darah ditambah 1 bagian natrium oksalat.
Sedangkan kalium oksalat biasanya dikombinasikan dengan natrium flourida yang digunakan pada pemeriksaan glukosa. Glukosa dalam sampel darah dapat mengalami perubahan-perubahan oleh enzim yang ada di dalam darah tersebut, sehingga bila darah dibiarkan lama sebagian gula dalam darah sudah pecah dan nilai yang diperoleh menjadi kurang dari nilai yang seharusnya. Glukosa mengalami penurunan sebesar 5 - 7 % per jam pada spesimen orang dewasa dan 24 % per jam pada neonatus atau pasien dengan jumlah leukosit yang tinggi. Terlambat dalam penanganan spesimen dalam 3 jam setelah pengambilan bisa menyebabkan kehilangan 9 mg/dL.
Kalium oksalat berfungsi sebagai antikoagulan dan NaF berfungsi sebagai antiglikolisis dengan cara meracuni jalur glikolisis yaitu menghambat kerja enzim Phosphoenol pyruvate dan urease sehingga kadar glukosa darah stabil, sedangkan kalium oksalat berkerja sebagai antikoagulan dengan cara mengikat faktor pembekuan darah kalsium menjadi kalsium oksalat. Florida dapat mencegah glikolisis sehingga kadar gula darah dapat dipertahankan. Untuk sampel yang disimpan pada suhu 15-25°C stabil selama 24 jam dan pada suhu 4°C stabil selama 10 hari.
Namun kombinasi antikoagulan ini banyak terjadi hemolisis sehingga tidak bisa digunakan untuk sebagian besar pemeriksaan lainnya. Florida digunakan dalam bentuk serbuk dengan perbandingan 2 mg untuk tiap 1 ml darah. NaF biasanya tersedia dalam tabung vakum berwarna abu-abu, atau dikombinasikan dengan kalium oksalat atau NaF juga dikombinasikan dengan Na2EDTA.

Thursday, June 20, 2013

Antikoagulan Double Oxalate


Double oxalat merupakan antikoagulan menurut Paul dan Heller dengan nama lain oxalate mixture atau campuran oksalat seimbang. Antikoagulan ini terdiri atas campuran dari kalium dan ammonium oxalate dalam perbandingan 3 : 2. Jika menggunakan ammonium oksalat saja sebagai antikoagulan maka dapat menyebabkan eritrosit membengkak sedangkan jika hanya kalium oksalat saja dapat menyebabkan eritrosit mengkerut. Sehingga dengan campuran yang seimbang dapat digunakan sebagai antikoagulan yang tidak mempengaruhi ukuran eritrosit.
Antikoagulan ini digunakan dalam keadaan kering agar tidak mengencerkan darah ditaruh di dalam botol-botol kecil untuk penampungan darah. 2 mg antikoagulan ini digunakan untuk mencegah pembekuan tiap 1 mL darah. Komposisi dari double oxalate antara lain ;
Ammonium oxalate                1,2 g
Kalium oxalate                        0,8 g
Formalin 40%                          1,0 mL
Aquadest                     ad        100,0 mL
Botol-botol untuk penampungan 2 mL darah diisi dengan 0,2 mL sehingga tiap mL larutan ini mengandung 20 mg antikoagulansia. Larutan tersebut lalu dikeringkan dalam temperatur kamar atau inkubator (37 oC). Jangan dipakai jika lebih dari 60 oC karena antikoagulan akan berubah menjadi karbonat yang tidak memiliki sifat antikoagulan lagi.
Penggunaan pemakaian di antaranya adalah penentuan kadar hemoglobin, perhitungan sel-sel darah seperti eritrosit, lekosit, trombosit, retikulosit, pemeriksaan LED metode wintrobe, hematokrit, resitensi osmotik dan penentuan golongan darah. Antikoagulan ini bersifat toksik sehingga tidak boleh untuk pembuatan hapusan darah karena dapat mempengaruhi morfologi sel darah terutama pada bagian inti lekosit dan juga dapat menyebakan krenasi eritrosit, vakuolisasi pada protoplasma dari granulosit, fagositosis dari kristal limfosit, dan monosit.
Pemeriksaan dengan darah oksalat sebaiknya jangan ditunda-tunda karena dapat menyebabkan eritrosit cenderung menggumpal sehingga menyulitkan perhitungan jumlah eritrosit dan mempengaruhi LED. Jika terpaksa ditunda maka harus diperhatikan waktu yang diperbolehkan untuk ditunda yaitu pemeriksaan hemoglobin, jumlah lekosit dan eritrosit boleh ditunda maksimal 24 jam. Sedangkan hematokrit, retikulosit, dan LED maksimal ditunda 3 jam. Dan untuk pemeriksaan trombosit hanya boleh 1 jam.


Tuesday, June 18, 2013

Antikoagulan Sitrat

Ilustrasi : jackyface.en.ec21.com
Trisodium citrate (Na3C6H5O7 .2 H2O) merupakan salah satu antikoagulansia darah yang tidak toksik. Nama lain dari Trisodium citrate  adalah Natrium Sitrat ; Sitrosidin ; Sitnantin ; Sitnatin ; 2 - hydroxy - 1,2,3 - propanetricorboxylic acid trisodium salt dihydrate dan Sodium citrat dihydrat. Trisodium citrate merupakan kristal atau serbuk putih yang tidak berbau dengan berat molekul 294,10. Bentuk serbuk pada penggunaan yang tidak hati-hati sering menimbulkan kecelakaan kerja berupa iritasi pada saluran nafas yaitu batuk atau sesak nafas. Serbuk Trisodium citrate juga merupakan bahan yang berpotensi mudah meledak sehingga sebaiknya disimpan di tempat yang dingin dan kering. Trisodium citrate adalah suatu chelating agent dan merupakan senyawa hidrokarbon rantai lurus dengan formula kimia HOC (COONa)(CH2COONa)2.2H2O
Sebagai antikoagulan in vitro umumnya digunakan dalam bentuk larutan. Cara kerja antikoagulan ini adalah menghambat aktivitas faktor pembekuan dengan mengikat kalsium menjadi kompleks kalsium sitrat, sehingga menghambat aktifitas fibrinogen menjadi fribrin (bekuan).
Trisodium sitrat dihidrat 3.2% buffered natrium sitrat (109 mmol/L) direkomendasikan untuk pengujian koagulasi dan agregasi trombosit. Penggunaannya adalah 1 bagian citrate + 9 bagian darah. Dalam pemeriksaan koagulasi seperti PPT, sitrat dipakai karena sitrat memiliki pH netral sedangkan EDTA yang memiliki pH basa yamg akan mengakibatkan pemanjangan PPT negatif. Sedangkan natrium sitrat konsentrasi 3,8% digunakan untuk pemeriksaan erythrocyte sedimentation rate (ESR) atau KED/LED cara Westergreen. Penggunaannya adalah 1 bagian sitrat + 4 bagian darah.
Secara komersial, antikoagulan sitrat dapat dijumpai dalam bentuk tabung hampa udara dengan tutup berwarna biru terang. Namun sebaiknya tidak menggunakan vacutainer karena dikhawatirkan dapat terjadi aktivasi trombosit oleh shear vakum. Beberapa laboratorium mengkoreksi hematokrit, terutama bila nilai hematokrit terlalu tinggi atau rendah, karena pada orang dengan nilai hematokrit yang tinggi, diperlukan lebih banyak agonist oleh karena kurangnya jumlah kalsium bebas yang terdapat di plasma.
Spesimen harus segera dicampur segera setelah pengambilan untuk mencegah aktivasi proses koagulasi dan pembentukan bekuan darah yang menyebabkan hasil tidak valid. Pencampuran dilakukan dengan membolak-balikkan tabung sebanyak 4-5 kali secara lembut, karena pencampuran yang terlalu kuat dan berkali-kali (lebih dari 5 kali) dapat mengaktifkan penggumpalan platelet dan mempersingkat waktu pembekuan.
Untuk mendapatkan plasma sitrat harus segera dicentrifuge selama 15 menit dengan kecepatan 1500 rpm dan dianalisa maksimal 2 jam setelah sampling.


Saturday, June 15, 2013

Pekerjaan membuatnya harus melepas jilbab


Pernahkah melihat teman sekelasmu dahulu yang begitu anggun dengan jilbabnya saat masih satu sekolah? Namun setelah lulus dan berpisah, masing-masing telah sibuk dengan pekerjaannya. Ada kesedihan mendalam ketika melihatnya lagi setelah sekian lama, dia dalam keadaan telah menanggalkan jilbabnya, alasannya karena tuntutan pekerjaan. Fenomena seperti ini memang banyak terjadi, sedih memang dengan tantangan pekerjaan begitu sulit akibat persaingan dan lapangan kerja yang sedikit. Padahal tawaran kerja dengan gaji yang menggiurkan dan fasilitas yang mentereng itu sangatlah jarang. Tentunya hal ini akan membuat berpikir 2 kali untuk mengikuti tuntutan pekerjaan tersebut. Ditambah lagi jika adanya karena alasan tuntutan ekonomi, sehingga seorang wanita akhirnya harus bekerja di luar rumah.
Profesi kesehatan adalah salah satu yang paling sering mengalami keadaan seperti ini. Seperti Analis Kesehatan misalnya. Ketika dihadapkan pada Rumah Sakit yang membuat peraturan yang melarang karyawannya berjilbab. Sehingga ada beberapa sikap yang dilakukan mereka saat menghadapi hal ini :  ada yang menolak mentah-mentah dan lebih memilih tempat yang lain, ada yang memilih melepas jilbab ketika bekerja dan memakainya jika sudah keluar dari kantor, dan bahkan ada yang melepas sama sekali.
Hidup memang ini pilihan. Setiap hari manusia di suguhi dengan berbagai pilihan- pilihan dalam hidupnya. Namun dunia ini tidak sesempit pikiran kita. Masih banyak peluang disekitar kita untuk mendapatkan rejeki. Belajar dari para wanita shalihah terdahulu di zaman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, merekapun pernah dalam keadaan kekurangan, namun mereka tidak pernah terlepas iman. Dan hasilnya Allah memuliakan mereka, di dunia dan di akherat. 
Padahal kalau kita merenungi ayat Al-Quran berikut :
"Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS al-Ankabut: 60).
Hewan liar saja masih diberi rezeki dan tidak dibiarkan terlantar, apalagi seorang manusia. Memang inilah ujian yang berat bagi manusia dalam menyikapi dunia dan godaannya.
Dari Ka'ab bin Iyadh radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallambersabda,
إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي المَالُ
"Setiap umat memiliki ujian. Dan ujian terbesar bagi umatku adalah harta." (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan al-Albani).
Memahami hadis ini, mungkin sangat tragis kejadian di atas, terutama mereka yang menghadapi dilema antara dunia ataukah aturan agama. Bagi orang yang mudah 'merasa terpaksa', dia akan melegalkan segala cara, yang penting dapat dunia. Yang penting saya kenyang, bisa tidur nyenyak, urusan dosa, nanti taubatnya. Ya mudah-mudahan, Tuhan mengampuni. Inikan terpaksa. Seperti itulah kira-kira gambaran mereka yang tidak sabar dengan kerasnya ujian harta. Terlalu mudah menganggap semua keadaan dengan hukum 'terpaksa'. Tak terkecuali mereka yang tega menjual harga dirinya, demi karier dan profesi.
Jilbab Adalah Kehormatan Wanita
Allah mewajibkan wanita berjilbab, tujuan terbesarnya adalah untuk menjunjung tinggi kedudukan dan martabat wanita.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu, dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab: 59)
Allah Dzat yang paling tahu karakter manusia. Allah tahu bagaimana kecenderungan lelaki fasik terhadap wanita. Mereka begitu bersemangat untuk mengganggu wanita yang mereka nilai kurang terhormat. Namun semangat itu akan hilang, ketika wanita yang ada di hadapan mereka mengenakan jilbab dan menjaga kehormatan. Dan itu wujud dari kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Karena itulah, Allah akhiri ayat ini dengan menyebutkan dua nama-Nya yang mulia: "Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (simak Tafsir As-Sa'di, hlm. 671).
Wanita Dinafkahi, bukan Mencari Nafkah
Setiap makhluk yang Allah ciptakan di alam raya ini memiliki kodrat tersendiri. Kodrat yang ada pada diri makhluk menjadi jati dirinya dalam menelusuri kehidupan. Itulah keadaan paling ideal yang ada pada diri setiap makhluk dalam meniti jalan hidupnya. Sebut saja kodrat itu ibarat SOP (stadard operating procedure) bagi setiap makhluk yang ingin meniti kehidupan yang nyaman di dunia.
Kodrat atau istilah lainnya 'fitrah', berbeda-beda antara satu jenis manusia dengan jenis manusia lainnya. Fitrah lelaki jelas berbeda dengan fitrah wanita. Karena itu, masing-masing mengemban tugas yang berbeda. Hal ini telah Allah tegaskan dalam Al-Quran, melalui firman-Nya,
وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى
"Laki-laki tidaklah sama dengan wanita …." (Q.S. Ali Imran:36)
Bagi Anda yang ingin hidup normal, jangan coba-coba melawan fitrah Anda. Dijamin, Anda akan mengalami kegelisahan dan perasaan tidak nyaman lainnya. Bagi Anda yang ditakdirkan menjadi seorang wanita, jalanilah kehidupan yang feminin, dan jangan sampai punya keinginan untuk mengubah diri, dengan berupaya menyerupai lelaki. Karena tidak ada pilihan lain bagi anda, selain menjadi wanita. Demikian juga sebaliknya, Anda yang ditakdirkan menjadi laki-laki, tunjukkan gaya hidup maskulin, dan Anda tidak memiliki pilihan lain selain menjadi laki-laki.
Salah satu diantara bagian gaya hidup lelaki yang Allah tetapkan dalam Al-Quran adalah memberi nafkah dan kecukupan bagi keluarga, dan bukan wanita. dan karenanya, Allah tetapkan lelaki menjadi pemimpin dalam keluarganya.
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa: 34)
Allah tegaskan dalam ayat di atas, seorang suami bisa menjadi pemimpin bagi keluarganya karena dua hal: (1) karena kelebihan yang dia miliki, dan (2) karena nafkah yang dia berikan kepada istrinya. Dan benarlah apa yang Allah firmankan, banyak lelaki menjadi sangat tidak berwibawa di mata istrinya, karena dia tidak bisa memberi nafkah keluarga atau karena sang istri lebih mendominasi pemasukan bagi keluarga.
Dalam kondisi itu, akan sulit bagi pasangat suami istri ini untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang normal. Karena, sekali lagi, melawan kodrat dan fitrah manusia, akan mengancam kesejahteraan hidupnya.
Menjemput Rizki, tanpa Melanggar Larangan Syariat
Sesungguhnya rizki 100% datang dari Allah. Inilah konsep yang selayaknya kita tanamkan dalam diri kita, sebagaimana yang Allah tegaskan dalam Al-Quran,
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
"Tidak ada satupun makhluk yang hidup di muka bumi ini, kecuali rezekinya ditanggung Allah…" (QS. Hud: 6).
Di ayat yang lain, Allah juga mengingatkan,
وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ
"Janganlah kalian membunuh anak kalian karena kondisi miskin. Aku yang akan memberi rizki kalian dan memberi rizki mereka (anak kalian).." (QS. Al-An'am: 151).
Kita camkan dalam lubuk hati kita, rezeki itu datang dari Allah, sementara kerja yang kita lakukan, sejatinya hanyalah sebab untuk menjemput rezeki itu. Dan tentu saja, yang namanya sebab untuk mendapatkan rezeki itu, tidak hanya satu, namun beraneka ragam.
Kaitannya dengan hal ini, perlu kita sadari, tidak mungkin Allah simpan sebagian rezeki salah seorang hamba-Nya, sementara dia hanya bisa memperolehnya dengan cara melanggar larangannya. Karena jika demikian, berarti Allah telah mendzalimi hamba-Nya.
Dengan demikian, rezeki Allah pasti bisa diperoleh dengan cara yang halal, tanpa harus menerjang aturan syariat. Sejuta jalan halal yang bisa ditempuh untuk menjemput rizki.
Allahu a'lam

Sumber :
www.KonsultasiSyariah.com, ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina)
http://www.voa-islam.com/muslimah/article/2013/02/21/23383/demi-pekerjaan-ini-aku-lepas-jilbabku/
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/02/03/membuka-jilbab-karena-pekerjaan-531102.html


Friday, June 14, 2013

Antikoagulan Heparin


Heparin merupakan antikoagulansia yang normal terdapat dalam tubuh, yaitu secara alami diproduksi oleh mastosit dan basofil. Heparin jarang digunakan pada pemeriksaan-pemeriksaan hematologi, namun merupakan antikoagulan pilihan karena penambahannya tidak mengubah komposisi darah. Antikoagulan ini merupakan asam mukopolisakarida yang tidak terfraksionasi yang bersifat asam dengan bobot molekul rata-rata 15.000 - 18.000, bekerja dengan cara menghentikan pembentukan trombin dari prothrombin sehingga menghentikan pembentukan fibrin dari fibrinogen. Heparin bekerja secara tidak langsung pada  berbagai bagian sistem pembekuan darah intrinsik dan ekstrinsik dengan mempotensiasi aktivitas antithrombin III dan menghambat faktor IX, X, XI, XII. Heparin juga dapat memacu pembentukan kompleks antitrombin III trombin yang dapat mencegah konversi fibrinogen menjadi fibrin. Sehingga  mempengaruhi kadar fibrinogen dalam darah.
Ada tiga macam heparin: ammonium heparin, lithium heparin dan sodium heparin. Dari ketiga macam heparin tersebut, lithium heparin paling banyak digunakan sebagai antikoagulan karena tidak mengganggu analisa beberapa macam ion dalam darah. Heparin banyak digunakan pada analisa kimia darah, enzim, kultur sel, OFT (osmotic fragility test). Konsentrasi dalam penggunaan adalah 2 mg heparin sebagai natrium atau kalsium untuk 10 mL darah atau 15IU/mL +/- 2.5IU/mL atau 0.1 – 0.2 mg/ml darah. Perlu juga dijaga ukuran penggunaan heparin jangan terlalu banyak agar tidak terjadi perubahan distribusi antara air, sel darah, dan plasma. Heparin tidak dianjurkan untuk pemeriksaan apusan darah karena menyebabkan latar belakang biru. Dalam praktek sehari-hari pun heparin jarang dipakai karena harganya mahal.
Cara penggunaannya untuk pemeriksaan hematologi yaitu setelah darah dimasukkan dalam tabung yang berisi heparin, spesimen harus segera dihomogenisasi 6 kali dan jika ingin didapatkan plasma heparin maka disentrifuge 1300 - 2000 RPM selama 10 menit kemudian plasma siap dianalisa. Darah heparin harus dianalisa dalam waktu maksimal 2 jam setelah sampling.



Wednesday, June 12, 2013

Antikoagulan EDTA

Ilustrasi : eastwestbiopharma.com

EDTA (ethylenediaminetetraacetic acid, [CH2N(CH2CO2H)2]2) adalah antikoagulan yang paling umum dan banyak digunakan untuk parameter pemeriksaan hematologi. EDTA umumnya tersedia dalam bentuk garam sodium (natrium) atau potassium (kalium), EDTA dalam bentuk garam Kalium 15 kali lebih larut dalam air dibandingkan dalam bentuk garam Natrium. EDTA mencegah koagulasi dengan cara mengikat atau mengkhelasi kalsium, sehingga EDTA memiliki keunggulan dibanding dengan antikoagulan yang lain, yaitu tidak mempengaruhi sel-sel darah, sehingga ideal untuk pengujian hematologi, seperti pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, KED, hitung lekosit, hitung trombosit, retikulosit, apusan darah, dsb. Sedangkan untuk pemeriksaan mikrobiologi, antikoagulan EDTA tidak baik untuk digunakan sebagai pengawet sampel karena dapat membunuh kuman yang terdapat di dalam darah.

Ada tiga macam EDTA, yaitu dinatrium EDTA (Na2EDTA), dipotassium EDTA (K2EDTA) dan tripotassium EDTA (K3EDTA). Na2EDTA dan K2EDTA biasanya digunakan dalam bentuk kering, sedangkan K3EDTA biasanya digunakan dalam bentuk cair. Dari ketiga jenis EDTA tersebut, K2EDTA adalah yang paling baik dan dianjurkan oleh ICSH (International Council for Standardization in Hematology) dan CLSI (Clinical and Laboratory Standards Institute). Walaupun demikian tetapi sampai saat ini Na2EDTA dalam bentuk serbuk masih banyak digunakan di berbagai laboratorium. Umumnya untuk memudahkan pengukuran maka dibuat menjadi larutan 10%.

Penggunaan EDTA biasanya pada saat darah dimasukkan ke dalam tabung, segera lakukan pencampuran/homogenisasi dengan cara membolak-balikkan tabung dengan lembut sebanyak 6 kali untuk menghindari penggumpalan trombosit dan pembentukan bekuan darah.
Penggunaan disodium EDTA (Na2EDTA) biasanya dengan konsentrasi 1,4 2,0 mg/ml darah, dipotassium EDTA (K2EDTA) dengan konsentrasi 1,5 2,2 mg/ml darah, dan tripotassium EDTA (K3EDTA) dengan konsentrasi 1,5 - 2.,2 mg/ml darah. Penggunaannya harus tepat. Bila jumlah EDTA kurang, darah dapat mengalami koagulasi. Sebaliknya, bila EDTA berlebihan, eritrosit mengalami krenasi, trombosit membesar dan mengalami disintegrasi yaitu trombosit membengkak sehingga tampak adanya trombosit raksasa yang pada akhirnya mengalami fragmentasi membentuk fragmen-fragmen yang masih dalam rentang pengukuran trombosit oleh alat hitung sel otomatis sehingga dapat menyebabkan peningkatan palsu jumlah trombosit.

Padahal saat ini EDTA lazimnya ditambahkan menggunakan pipet Pasteur. Hal ini menyebabkan ada pemakaian sejumlah EDTA yang berlebih karena 1 tetes pipet Pasteur = 50 μl sedangkan untuk darah sebanyak 3 ml hanya dibutuhkan 4,5 mg serbuk EDTA atau 45 μl dalam bentuk larutan 10 %. Sementara itu cara pemipetan yang seharusnya tegak lurus dan dalam keadaan kosong masih sering diabaikan oleh petugas laboratorium serta ketepatan takaran EDTA dan volume darah sangat tergantung keterampilan dan ketelitian petugas laboratorium sehingga variasi hasil yang ditimbulkan akibat ketidaktepatan takaran EDTA dan volume darah sangat mungkin terjadi. Salah satu cara mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan adalah dengan menggunakan pipet yang volume tetesannya tepat sesuai dengan takaran EDTA yang diperlukan. Pipet mikro adalah salah satu solusinya. Volume pipet mikro memakai satuan mikroliter dan tersedia dalam ukuran mulai dari 1 sampai 500 μl.

Dewasa ini tersedia tabung vacutainer yang sudah berisi antikoagulan EDTA. Tabung EDTA tersedia dalam bentuk tabung hampa udara (vacutainer tube) dengan tutup lavender (purple) atau pink seperti yang diproduksi oleh Becton Dickinson. EDTA pada tabung vakum biasanya berupa K3EDTA yang mempunyai stabilitas yang lebih baik daripada garam EDTA yang lain karena mempunyai pH mendekati pH darah. Namun demikian, saat ini tabung EDTA yang berisi larutan K3EDTA sudah tidak diproduksi lagi, penggunaannya digantikan oleh tabung EDTA yang berisi serbuk K2EDTA, karena direkomendasikan oleh International Council for Standardization in Haematology. Penggunaan tabung vacutainer ini pada pengambilan darah vena tidak perlu menggunakan spuit dan kondisi vakum mengontrol jumlah darah yang masuk ke dalam tabung sampai volume tertentu sehingga perbandingan antara takaran antikoagulan dengan volume darah dapat dipertanggungjawabkan.
Walaupun demikian, pada penggunaan EDTA vacutainer juga dapat terjadi peningkatan palsu jumlah trombosit misalnya sebelum tabung vakum berhenti mengisap sudah dilakukan pencabutan jarum vacutainer sehingga perbandingan antara takaran antikoagulan dan volume darah sudah tidak tepat lagi. Tabung vacutainer merupakan tabung yang direkomendasikan oleh National Committee for Clinical Laboratory Standards (NCCLS) untuk pemeriksaan hematologi karena mempunyai ketepatan perbandingan antikoagulan dan darah yang tepat dibandingkan cara konvensional, namun demikian memerlukan biaya yang lebih mahal. Dari segi ekonomi harga EDTA vacutainer per spesimen 4 kali harga EDTA konvensional per spesimen.

Penyusun : @analismuslim

www.analismuslim.blogspot.com