Wednesday, February 13, 2013

Phthirus pubis dan kebiasaan mencukur bulu kemaluan


Kutu kelamin (Phthirus pubis) atau sering disebut dengan kutu kepiting (crabs) adalah parasit yang ditemukan terutama di daerah kemaluan atau alat kelamin manusia. Istilah kepiting diberikan karena tampilan mikroskopiknya yang menyerupai kepiting. Kutu Phthirus pubis dewasa menghisap darah untuk bertahan hidup.

Phthirus pubis berwarna abu-abu, oval, Arthropoda berkaki enam. Setiap 1 sampai 2 mm, membuat kutu kemaluan kecil dari kutu kepala, yang merupakan spesies yang berbeda. kutu kemaluan bertelur (nits disebut) pada kasar rambut-rambut tubuh yaitu, kemaluan, rambut perianal, rambut paha, rambut perut dan rambut ketiak. Kutu dewasa hidup dengan menghisap darah dan tidak bergerak jauh dari telur mereka (Frenkl & Potts, 2007; Leone, 2007; Link, 2007).

Gejala yang disebabkan oleh kutu ini adalah seperti ada rasa menggelitik dan seperti ada yang berjalan di rambut kemaluan, rasa gatal yang disebabkan reaksi alergi dari saliva kutu Phthirus pubis. (dpd.cdc.gov)

Gejala infeksi kutu kelamin: 
1. Gatal dan terbakar di daerah kemaluan
2. Gatal dapat menyebar karena kutu kelamin bergerak ke daerah basah lain dari tubuh seperti ketiak
3. Gatal akan memburuk pada malam hari
4. Menggaruk intens dan lama dapat mengakibatkan kulit terluka dan dapat menjadi terinfeksi oleh bakteri
5. Jika tidak dilakukan penanganan bisa menyebabkan perubahan warna pada kulit

Sedangkan tindakan perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi kutu kelamin adalah: 
1. Mencukur rambut/bulu daerah kemaluan.
2. Menjaga kebersihan daerah kelamin.

Subhanallah, masya Allah. Artikel ini mungkin mengingatkan kita dengan kejadian yang dialami oleh sebagian orang yang terkena kutu kelamin. Ternyata kutu ini hidup dan berkembang biak di daerah yang berbulu lebat dan lembab. Kebanyakan orang yang mengalaminya pun yaitu orang yang jarang mencukur bulu kemaluan dan menjaga kebersihannya. Seketika jadi teringat hadist Nabi diatas dan hikmah dibalik sunnah yang mulia ini.

Dan mencukur bulu kemaluan secara rutin merupakan perintah Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam- :


وقت لنا في قص الشارب وتقليم الأظفار ونتف الإبط وحلق العانة أن لا نترك أكثر من أربعين ليلة

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan batasan waktu kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabuti bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, agar tidak dibiarkan lebih dari empat puluh hari.”
 
(H.R. Muslim, Abu Daud, dan An-Nasa’i)

Sumber : Metode Pengobatan Islam dan www.dpd.cdc.gov

0 comments:

Post a Comment