Sunday, February 12, 2012

SARS (Severe Acut respiratory syndrome)


SARS (Severe Acut respiratory syndrome) adalah sekumpulan penyakit saluran pernapasan yang mendadak dan parah.

PENYEBAB JEJAS
virus-virus dari keluarga Paramyxoviridae. Keluarga (family) virus itu sebenarnya bukan keluarga yang baru dikenal karena beberapa penyakit di antaranya gondongan, campak Jerman, dan beberapa gangguan pernapasan lain yang disebabkan oleh famili Paramyxoiridae.
Beberapa subfamili dari virus itu juga diketahui bisa menginfeksi beberapa spesies hewan termasuk ke manusia.

TRANSMISI
Penyebaran sindrom ini seperti penyebaran penyakit flu atau radang paru-paru (pneumonia), yaitu melalui virus yang bisa melayang-layang di udara bersama butir-butir air yang dikeluarkan
selama bernapas, bercakap-cakap, batuk,maupun bersin. Untunglah infeksi itu hanya terjadi pada
mereka yang langsung dan terus-menerus berhubungan dengan penderita.

MANIFESTASI
- Demam lebih 38 derajat Celsius, dialami 100 persen penderita
- Batuk tidak berdahak, dialami 100 persen penderita
- Sesak napas, dialami 80 persen penderita
- Lemah, dialami 70 persen penderita
- Sakit kepala dengan syarat yang bersangkutan pernah (dalam 10 hari terakhir):
- berkunjung ke area wabah SARS
- berdekatan dengan penderita (atau yang mengalami gejala) SARS.

KOMPLIKASI
Akan terjadi kelainan radang paru-paru atau pneumonia

PENCEGAHAN
Health Promotion :
- Hindari tempat yang padat/kerumunan orang
- Jika tidak perlu, hindari kunjungan ke rumah sakit  (Itu bukan berarti menghindari berobat jika sakit)
- Hindari kontak dengan pengidap pneumonia
- Cuci tangan sesering mungkin dengan air atau sabun, lebih baik jika menggunakan alkohol. Virus SARS yang berasal dari butir-butiran halus yang keluar sewaktu penderita bercakap, batuk dan bersin, bisa menempel sekitar tiga jam di tombol lift, meja, pintu, kursi dan benda-benda lainnya,
- Gunakan masker bila mengidap batuk/pilek agar tidak menular ke orang lain
Agar daya tahan tubuh tidak menurun, usahakan hal-hal berikut :
- Perkuat daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, tidur cukup (6-8 jam), hindari rokok dan alkohol, serta mengendalikan stres
- Pertimbangkan untuk mengonsumsi vitamin C tambahan
Disability Limitation :
- Pemberian antibiotik levofloxacin (dipasarkan di Indonesia dengan merk  Cravit, dan lain-lain)
- Antibiotik diberikan guna mencegah terjadinya infeksi sekunder oleh kuman akibat daya tahan yang menurun. Jadi, sebenarnya bukan untuk membunuh virus penyebab SARS, namun agar sang tubuh bisa leluasa "berkonsentrasi" meningkatkan daya tahan tanpa harus terlalu memikirkan kuman infeksi lainnya, sederhananya seperti itu.
- Pemberian kortikosteroid dengan pemberian obat ini, diharapkan dalam satu atau dua hari panas bisa segera terkontrol dan bisa meningkatkan perasaan nyaman penderita yang penting bagi pembentukan kekebalan tubuh
- pemberian ribavirin (antivirus spektrum luas)
Khusus mengenai ribavirin, obat yang tadinya digunakan untuk mengobati hepatitis itu kini memang masih jarang di Indonesia karena tergolong mahal. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kasus SARS semakin banyak, produsen obat dalam negeri akan mulai melirik obat yang tadinya digunakan untuk mengobati penyakit hepatitis. Yang paling penting dari semuanya adalah semangat penderita untuk berusaha sembuh dari penyakitnya. Diharapkan dengan perawatan yang dilakukan, tubuh penderita akan membentuk kekebalan sendiri dan bisa sembuh dalam waktu yang tidak terlalu lama.

SPESIFIC PROTECTION
Hindari daerah epidemi SARS agar tidak mudah terjangkit penyakit SARS

0 comments:

Post a Comment