Thursday, February 23, 2012

Analisa Boraks dalam sampel makanan


Ilustrasi : hammaddeal.com

PRINSIP                    :
Adanya boraks dalam sampel akan memberikan warna khas pada kertas kurkumin yang telah diasamkan dengan HCl pekat

SAMPEL               :
Ø  Mie basah + boraks ( kontrol )
Ø  Mie basah
Ø  Kerupuk gendar
Ø  Bakso

ALAT - ALAT             :
Ø  Cawan porselen
Ø  Kompor listrik
Ø  Tanur
Ø  Kertas kurkumin

REAGENSIA          :
Ø  HCl Pekat
Ø  Na2CO3 1 %
Ø  Aquadest

PROSEDUR           :
Ø  Persiapan  Sampel
-      Ditimbang 5 – 10 gr sampel yang telah dihaluskan
-      Dimasukkan kedalam cawan porselen lalu ditambahkan Natrium Karbonat 1% sebanyak 10 ml agar suasana basa sehingga dapat meningkatkan titik pembakaran
-      Dipanaskan diatas kompor gas sampai mengarang (ditandai dengan tidak keluarnya asap lagi)
-      Dipijarkan pada tanur bersuhu 6000C selama 1 – 2 jam sehingga diperoleh hasil berupa abu putih
Ø  Identifikasi Dengan Kertas Kurkumin
-      Sampel yang telah diabukan dilarutkan dengan sedikit aquadest panas
-      Ditambahkan 3 – 5 tetes HCl pekat
-      Dicelupkan kertas kurkumin kedalam campuran tersebut
Ø  Interprestasi Hasil        
-      Positif    : Kertas kurkumin berubah warna menjadi merah khas
-      Negatif  : Bila tidak terjadi perubahan warna

II. DENGAN REAKSI NYALA

PRINSIP                    :
Adanya boraks dalam sampel akan memberikan warna nyala hijau setelah penambahan asam sulfat dan metanol

SAMPEL               :
Ø  Mie basah + boraks ( kontrol )
Ø  Mie basah
Ø  Kerupuk gendar
Ø  Bakso

ALAT - ALAT             :


Ø  Cawan porselen
Ø  Kompor listrik
Ø  Tanur


REAGENSIA          :
Ø  HCl Pekat
Ø  Na2CO3 1 %
Ø  Methanol

PROSEDUR           :
Ø  Persiapan  Sampel
-      Ditimbang 5 – 10 gr sampel yang telah dihaluskan
-      Dimasukkan kedalam cawan porselen lalu ditambahkan Natrium Karbonat 1% sebanyak 10 ml agar suasana basa sehingga dapat meningkatkan titik pembakaran
-      Dipanaskan diatas kompor gas sampai mengarang (ditandai dengan tidak keluarnya asap lagi)
-      Dipijarkan pada tanur bersuhu 6000C selama 1 – 2 jam sehingga diperoleh hasil berupa abu putih 
Ø  Identifikasi Dengan Reaksi Nyala
-      Sampel yang telah diabukan ditetesi dengan methanol sampel semua sampel basah
-      Nyalakan api diatasnya dan lihat reaksinya
Ø  Interprestasi Hasil        
-      Positif    : Terjadi nyala hijau
-      Negatif  : Terjadi nyala biru atau merah

0 comments:

Post a Comment