Saturday, December 10, 2011

Spektrofotometer

Spektrofotometer berkas sinar ganda
Spektrofotometer berkas sinar ganda mempunyai dua tipe yaitu: spektrofotometer sinar ganda yang digunakan untuk kawasan spectrum cahaya yang terlihat dan ultra ungu dan spektrofotometer sinar ganda yang dipergunakan untuk kawasan spectrum inframerah.

Spektrofotometer untuk kawasan spectrum cahaya terlihat dan ultraungu berlainan dengan spektrofotometer sinar  tunggal. Pada spektrofotometer tipe ini, zat contoh dipersandingkan secara continue dengan larutan referensi(larutan blanko).
Dalam hal ini, cahaya melintas secara berganti-ganti melewati zat contoh atau larutan blanko. Untuk itu, pada lintasan cahaya dipasangkan suatu sistem cermin yang berotasi atau bervibrasi dengan cepat sekali. Cahaya yang datangdari sumbernya(kita dapat memilih lampu hydrogen atau lampu raksa) dengan melalui suatu system cermin dan sebuah filter kemudian jatuh pada sebuah kisi yang menimbulkan dispresi. Setelah melewati kondensor cahaya kemudian jatuh pada suatu system cermin yang berotasi(A&C). apabila chaya jatuh pada cermin A maka cahaya ini akan jatuh pada kuvet yang berisi contoh. Lalu dipantulkan oleh cermin B ke bagian detector. Pada saat itu cermin C berada pada posisi yang tidak dapat menampung cahaya sehingga cahaya akan jatuh pada cermin D dan kemudian setelah melewati kuvet berisi larutan blanko akan jatuh pada cermin C. Cermin C dirakitkan kepada cermin A begitu rupa sehingga kalau C berada pada lintasan, maka cermin A akan berada diluar lintasan dan begitu pula sebaliknya. Akhirnya cahaya dari cermin C akan sampai pula pada detector.
Isyarat detector yang berasal dari larutan referensi diperlukan di F, dan isyarat detector yang berasal dari zat contoh diperkuat di G. Sebuah kontraktor E yang merupakan kontraktor elektronik.

Prinsip spektrofotometer sinar ganda
Pada spektrofotometer yang mempersanding isyarat satu sama lain, harus dijaga agar isyarat yang berasal dari kuvet referensi itu betul-betul konstan. Kalau tidak, maka persandingnya tidak akan berfaedah. Oleh sebab itu, isyarat referensi dipersandingkan pula dengan tegangan standar yang konstan. Apabila antara kedua ini terdapat perbedaan, tegangan yang terpasang pada detector akan diubah secara automatic sehingga tegangan standar dan isyarat referensi kembali menjadi sama. Perubahan pada tegangan detector tidak berpengaruh terhadap isyarat akhir karena perubahan ini meberikan pengaruh yang sebanding terhadap isyarat referensi dan terhadap isyarat zat contoh.

0 comments:

Post a Comment