Monday, December 5, 2011

Shigella

·         KLASIFIKASI
-          Eschercia coli
-          Klebsiella sp
-          Amoeba
-          Salmonella
-          Shigella


Mikrograf dari Shigella sp











Shigella adalah genus gamma proteobacteria dalam keluarga Enterobacteriaceae. Shigella adalah bakteri Gram-negatif, nonmotile, dan merupakan kuman patogen usus yang dikenal sebagai agen penyebab penyakit disentri basiler.Bakteri ini menginfeksi saluran pencernaan dan menyebabkan berbagai gejala, dari diare, kram, muntah, dan mual, sampai komplikasi yang lebih serius dan penyakit.
Terdapat 4 species organisme:
1.    Shigella sonnei, menyebabkan disentri ringan dan bertanggung jawab atas 95% kasus di Inggris.
2.    Shigella flexneri, menyebabkan disentri sedan, timbul terutama di negara tropis dan subtropis dan bertanggung jawab atas 5% kasus di Inggris terutama di rumah sakit jiwa.
3.    Shigella boydii, menyebabkan disentri sedang, timbul terutama di negara tropis dan subtropis.
4.    Shigella shiga, menyebabkan disentri berat, timbul terutama di Timur jauh.

·         MORFOLOGI
Ciri khas organisme ini adalah bentuk kokobasil ditemukan pada biakan muda. Shigella merupakan basil Gram Negatif, ukuran 0,5 – 0,7 µm x 2 – 3 µm, tidak berflagel.
·         FISIOLOGI
Sifat – sifat pertumbuhan
Semua Shigella meragikan glukosa. Bakteri ini tidak meragikan laktosa kecuali S. sonei.  Ketidak mampuannya meragikan laktosa membedakan bakteri- bakteri Shigella pada perbenihan diferensial. Bakteri ini membentuk asam dari karbohidrat, tetapi jarang menghasilkan gas. Bakteri ini juga dibagi menjadi bakteri yang meragikan manitol dan yang tidak.
Aerob dan fakultatif anaerob, pH pertumbuhan 6,4 – 7,8 dan suhu pertumbuhan optimum 37oC kecuali Shigella sonnei dapat tumbuh pada suhu 45oC. Sifat biokimia yang khas adalah negatif pada reaksi fermentasi adonitol, tidak membentuk gas pada fermentasi glukosa, tidak membentuk H2S kecuali S. flexneri, negatif terhadap sitrat, DNAse, lisin, fenilalanin, sukrosa, urease, VP, manitol, laktosa kecuali S. sonei meragi  laktosa secara lambat, manitol, xylosa dan negatif pada tes motilitas.
Sifat koloni kuman adalah sebagai berikut: kecil, halus, tidak berwarna bila ditanam pada agar SS, EMB, Endo, Mac Conkey.

·         SIFAT BIAKAN
Shigella bersifat fakultatif anaerob tetapi paling baik tumbuh secara aerobik. Koloninya konveks, bulat, transparan dengan pinggir-pinggir utuh mencapai diameter kira-kira 2mm dalam 24 jam.

·         STRUKTUR ANTIGEN
Shigella mempunyai struktur antigen yang kompleks. Sebagian besar kuman mempunyai antigen O yang juga dimiliki oleh kuman enterik lainnya. Antigen somatik O Shigella adalah lipopolisakarida. Spesifikasi serologiknya bergantung pada polisakarida itu. Terdapat lebih dari 40 serotipe. Klasifikasi Shigella didasarkan pada sifat-sifat biokimia dan antigennya.


Golongan dan jenis
Manitol
Ornitin Dekarboksilase
Shigella dysenteriae
A
-
-
Shigella flexneri
B
+
-
Shigella boydii
C
+
-
Shigella sonnei
D
+
+

·         PATOGENISITAS
Faktor-faktor patogenitas:
-          Daya invasi
-          Enterotoksin
-          Nerotoksin dan Sitotoksin
Shigella sangat menular. Infeksi Shigella hampir selalu terbatas pada saluran pencernaan, invasi ke aliran darah sangat jarang.
Shigella merupakan genus basil Gram negatif yang menyebabkan disentri basiler. Infeksi Shigella dapat terjadi melalui mulut. Disentri menyebar melalui kontaminasi feces pada makanan dan minuman., WC, pegangan pintu, seprai dan lain-lain dan juga dengan perantara lalat yang terkontaminasi dengan tinja. Disentri merupakan peradangan akut pada kolon.
Shigellosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh berbagai spesies Shigella. Orang yang terinfeksi dengan Shigella mengembangkan diare, demam dan kram perut memulai satu atau dua hari setelah mereka terkena bakteri. Diare sering berdarah. Shigellosis biasanya sembuh dalam 5 sampai 7 hari, tetapi pada beberapa orang, terutama anak muda dan orang tua, diare bisa begitu parah sehingga pasien perlu dirawat di rumah sakit. Sebuah infeksi berat dengan demam tinggi juga dapat dikaitkan dengan kejang pada anak kurang dari 2 tahun.
Bakteri Shigella menghasilkan racun yang dapat menyerang lapisan usus besar, menyebabkan pembengkakan, luka pada dinding usus, dan diare berdarah. Dalam kasus Shigellosis yang sangat parah, seseorang mungkin mengalami kejang (kejang), leher kaku, sakit kepala, kelelahan ekstrim, dan kebingungan. Shigellosis juga dapat menyebabkan dehidrasi dan dalam kasus yang jarang terjadi, komplikasi lain, seperti arthritis, ruam kulit, dan gagal ginjal.
Gejala lain Shigellosis termasuk:
-          abdominal cramps atau kram perut
-          high fever atau demam tinggi
-          loss of appetite atau kehilangan nafsu makan
-          nausea and vomiting atau mual dan muntah
-          painful bowel movements atau gerakan usus yang menyakitkan

·         DIAGNOSIS LABORATORIUM
A.   Bahan : Tinja segar, lendir, dan usapan rektum untuk pembiakan. Sejumlah besar leukosit dan darah merah sering dapat terlihat secara mikroskopik dalam tinja. Bahan serum, bila diinginkan, harus diambil tiap 10 hari untuk menunjukan kenaikan titer aglutinasi antibodi.
B.   Biakan: Bahan digoreskan pada perbenihan diferensial (misalnya, Mac Conkey atau agar EMB) dan pada perbenihan selektif (agar enterik Hektoen atau agar Salmonella-Shigella), yang menekan Enterobacteriaceae lain dan organisme gram-positif. Koloni-koloni yang tidak berwarna (laktosa negatif) diinokulasikan ke dalam perbenihan agar triplet gula besi.
C.   Serologi: Orang normal mempunyai aglutinin terhadap berbagai spesies Shigella. Tetapi, serangkaian penetapan titer antibodi dengan selang waktu 10 hari dapat menunjukkan kenaikan antibodi spesifik. Serologi tidak digunakan untuk mendiagnosis infeksi Shigella.

·         PENCEGAHAN
Usaha pengendalian harus diarahkan pada pembersihan bakteri dari sumber-sumber dengan cara:
(1)  Pengendalian sanitasi air, makanan dan susu, pembuangan sampah serta pengendalian lalat (kebersihan lingkungan).
(2)  Isolasi penderita, pengobatan carrier dan disinfeksi ekskreta.
(3)  Penemuan kasus-kasus subklinik dan pembawa bakteri, khususnya pada para pengurus makanan.
(4)  Serta khlorinasi air minum.
(5)  Penanganan, penyimpanan, dan persiapan makanan juga dapat membantu mencegah infeksi Shigella.

·         PENGOBATAN
Beberapa kasus Shigellosis tidak memerlukan pengobatan, tetapi antibiotik akan diberikan untuk memperpendek penyakit dan untuk mencegah penyebaran bakteri kepada orang lain. Hindari pemberian obat bebas untuk muntah atau diare kecuali dokter merekomendasikan mereka, karena mereka dapat memperpanjang penyakit.
daftar pustaka :
Nugroho, Edi dkk.1996.Mikrobiologi kedokteran.EGC:Jakarta

0 comments:

Post a Comment