Friday, November 4, 2011

Plasma darah

ilustrasi : khusnulamilatus05.wordpress.com

Plasma adalah cairan berwarna kuning muda yang didapat dengan cara memutar sejumlah darah yang sebelumnya ditambah dengan antikoagulan. Serum adalah cairan berwarna kuning muda yang didapat dengan cara memutar sejumlah darah yang dibiarkan membeku tanpa penambahan antikoagulan. Serum komposisinya hampir sama dengan plasma. Perbedaannya adalah pada serum :
1.    Tidak mengandung fibrinogen
2.    Tidak mengandung faktor pembekuan (faktor II, V dan VIII)
3.    Mengandung serotonin tinggi karena adanya perusakan pada platelet
Plasma terdiri dari air sebanyak 91 %  dan substansi (bahan padat) bahan padat lainnya  8 % terdiri dari: Bagian cairan ini terdiri atas 91 % air dan 9 % (organik dan anorganik) 0,9 % terdiri dari asam amino, lemak, glukosa, urea, garam, sodium bikarbonat 0,1 % hormon, antibodi, gas, dll dan didalamnya mengandung berbagai macam zat, yaitu :
1.    Golongan karbohidrat contohnya glukosa
2.    Golongan protein contohnya albumin, globulin, fibrinogen
Protein plasma darah sebanyak 70 % yaitu albumin, fibrinogen, globulin
3.    Golongan lemak contohnya kolesterol
4.    Golongan enzim contohnya amilase, transaminase
5.    Golongan hormon contohnya insulin, glukagon
6.    Golongan mineral contohnya zat besi (Fe), kalium (K)
7.    Golongan vitamin contohnya vitamin A, vitamin K
8.    Golongan sisa metabolisme contohnya urea, asam urat, kreatinin.
9.    Golongan zat warna contohnya bilirubin

Plasma protein terdiri dari yaitu Albumin, Globulin dan Fibrinogen yang berkisar sekitar 6-8 g%. Kadar protein dalam darah memepengaruhi kekentalan darti darah.  Cairan yang tidak mengandung unsur fibrinogen disebut Serum Darah. Protein dalam serum inilah yang bertindak sebagai Antibodi terhadap adanya benda asing (Antigen). Zat antibodi adalah senyawa Gama Globulin. Tiap antibodi bersifat spesifik terhadap antigen dan reaksinya bermacam-macam.
1.    Antibodi yang dapat menggumpalkan antigen disebut Presipitin.
2.    Antibodi yang dapat menguraikan antigen disebut Lisin.
3.    Antibodi yang dapat menawarkan racun disebut Antitoksin.
Contohnya adalah sifat golongan darah (Blood Groups). Yang umum adalah penentuan cara ABO (ABO System)  oleh Landsteiner. Aglutinogen = antigen,  aglutinin = antibodi. Jika aglutinogen dan aglutinin yang “sesuai” bercampur disebut Reaksi Aglutinasi. Donor Universal adalah golongan darah yang dapat memberikan darahnya pada semua jenis golongan darah yang lain seperti Golongan Darah O. Resipien Universal adalah golongan darah yang dapat memberikan darah dari semua jcnis golongan darah yang lain seperti Golongan Darah AB.
Sistem golongan darah yang lain adalah Sistem Rhesus yang dikemukakan oleh Landsteiner. Nama Rhesus diambil dari sejenis kera Macacca rhesus (di India). Prinsipnya adalah terdapatnya antibodi terhadap antigen D (anti-D). Sistem rhesus mengenal dua jenis golongan darah yaitu:
1.    Rhesus POSITIF
2.    Rhesus NEGATIF (diturunkan secara genetis, Rh+ dominan terhadap Rh-)
Eritroblastosis Foetalis adalah kelainan pada bayi di mana telah terjadi ketidaksesuaian faktor rhesus (bayi Rh + dan ibu Rh -). Gejala penyakit ini adalah Ikterik ├× ditemukan oleh Levine. Pertolongan pada bayi tersebut adalah dengan cara Transfusi Eksanguinasi (Exchange Transfussion).

0 comments:

Post a Comment