Friday, November 4, 2011

Darah dan komponennya


Darah adalah cairan ekstraseluler yang mengalir di dalam pembuluh darah darah baik arteri maupun vena. Sistem peredaran darah diatur oleh jantung. Sistem pembuluh darah arteri membawa darah dari jantung ke jaringan, sedangkan sistem pembuluh darah vena membawa darah dari jaringan ke jantung. Darah merupakan bagian dari tubuh yang jumlahnya 6 – 8 % dari berat badan total. Pada masa embrio (janin) sel-sel darah dibuat di dalam limpa dan hati (extra medullary haemopoiesis).
Setelah embrio sudah cukup usia, fungsi itu diambil alih oleh sumsum tulang.
Darah berwarna merah dan agak kental. Darah merupakan bagian penting dari sistem transport karena darah mengalir ke seluruh tubuh kita dan berhubungan langsung dengan sel-sel dalam tubuh kita. Berat Jenis Darah  1.054 – 1.060. Konsentrasi Sel-Sel Darah adalah 45 % dari jumlah darah manusia. Viskositas (Kekentalan): 3-5 X Air. Jumlah Volume Darah : 5-8 % BB.
Fungsi Darah :
·          Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air)
·         Termoregulasi (pengatur suhu tubuh
·         Imunologi (mengandung antibodi tubuh)
·         Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pH regulator)
Darah terdiri dari dua komponen:
·         Korpuskuli adalah unsur padat darah yaitu sel-sel darah Eritrosit, Lekosit, Trombosit.
·         Plasma Darah adalah cairan darah.


I.              Korpuskuli
Korpuskuli adalah bagian seluler darah yang terdiri dari:
·         Eritrosit (sel darah merah)
Eritrosit merupakan bagian utama dari sel darah, warnanya merah kekuningan-kuningan. Berbentuk bikonkaf, warna merah disebabkan oleh adanya Hemoglobin. Cekungan (konkaf) pada eritrosit digunakan untuk memberikan ruang pada hemoglobin yang akan mengikat oksigen, Kadar  Hemoglobin inilah yang dijadikan patokan dalain menentukan penyakit Anemia. Eritrosit tidak dapat bergerak dan umurnya kira-kira 120 hari. Jumlah pada pria dewasa adalah lima juta/μl darah sedangkan pada wanita empat juta/μl darah. Membran sel eritrosit terdiri dari: protein 65%, lipid (lemak) 32 % dan karbohidrat 3 %. Protein : stromatin Lipid: sefalin, lesitin & kholesterol Karbohidrat: glukosa
Pada umumnya sel darah merah yang tidak berinti mempunyai ukuran lebih kecil dibandingkan dengan sel darah merah yang berinti. Eritrosit mengandung jaringan bunga karang (stroma) dan hemoglobin (Hb). Kepingan eritrosit manusia memiliki diameter sekitar 6-8 mikronmeter dan ketebalan 2 mikronmeter, lebih kecil daripada sel-sel lainnya yang terdapat pada tubuh manusia. Pada manusia sel darah merahnya mempunyai diameter rata-rata 7,5 mikron, sedangkan tebalnya adalah 1 mikron di bagian tengah dan 2 mikron di bagian tepi, dan luas permukaannya adalah 120 mikron. Eritrosit normal memiliki volume sekitar 9 femtoliter. Sekitar sepertiga dari volume diisi oleh hemoglobin, total dari 270 juta molekul hemoglobin, dimana setiap molekul membawa 4 gugus heme.
Eritrosit dihasilkan oleh limpa, hati dan sum-sum tulang pada tulang pipih. Didalam tubuh, sel darah merah dibuat di dalam sumsum tulang merah, limpa, dan hati yang kemudian akan beredar didalam tubuh selama 14- 15 hari. Produksi eritrosit dimulai dari lahir sampai tua dilakukan oleh sumsum tulang (1.5-3.5 Kg) dan dibantu oleh hepar & limpha. Pada usia kurang dari 21 tahun diproduksi oleh sumsum tulang dari tulang besar, setelah lebih dari 21 tahun dihasilkan oleh sumsum tulang dari tulang kecil. Sum-sum tulang merah memproduksi sel darah , Sum-sum tulang kuning: memproduksi lemak & pembuluh darah. Pembentukkan dan pematangan sel darah merah dimulai dari Proeritroblast (hemasitoblast) (20 j) à eritroblast basophilik (20 j) Hemoglobin mulai dibentuk à eritroblast polikromatophilik (25 j) àeritroblast ortokromatophilik = normoblast (30 j) à Hemoglbin selesai dibentuk à retikulosit (sel darah merah muda) (72 j) à sel darah merah (120 hari)à telah menjalankan tugas sepanjang 700 mil. Setelah 120 hari, sel yang telah tua dihancurkan di hati dan dirombak menjadi pigmen bilirubin (Pigmen empedu).
Orang yang tinggal di dataran tinggi yang memiliki kadar oksigen yang rendah maka cenderung untuk memiliki sel darah merah yang lebih banyak.
Fungsi Eritrosit :
1.    mengangkut O2 dari paru-paru ke jaringan dan CO2 dari jaringan ke paru-paru.
2.     
·         Lekosit (sel darah putih)
Jumlah sel pada orang dewasa 6000 – 9000 sel/μl darah. Diproduksi di sum-sum tulang, limpa dan kelenjar limfe. Berwarna bening memiliki bermacam - macam inti sel dan dapat bergerak secara amoebeid. Fungsi utama dari sel Lekosit tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/ benda asing yang masuk ke dalam tubuh Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda asing yang masuk tubuh. Peningkatan jumlah lekosit merupakan petunjuk adanya infeksi misalnya radang paru-paru. Lekopeni adalah Berkurangnya jumlah lekosit sampai di bawah 4000 sel/cc darah. Lekositosis  adalah Bertambahnya jumlah lekosit melebihi normal (di atas 10000 sel/cc darah). Fungsi fagosit sel darah tersebut terkadang harus mencapai benda asing/kuman jauh di luar pembuluh darah. Kemampuan lekosit untuk menembus dinding pembuluh darah (kapiler) untuk mencapai daerah tertentu disebut Diapedesis.
Gerakan lekosit mirip dengan amoeba atau disebut gerak Amuboid.
Terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
1.    Granulosit, yaitu lekosit yang di dalam sitoplasmanya memiliki granula (butir-butir kasar).
Terdiri dari :
a.    Eosinofil : mengandung granula berwarna merah (warna dari eosin) disebut juga asidofil, dan berperan pada reaksi alergi. Granulanya mengandung enzim histaminase. Berfungsi membunuh parasit, merusak sel-sel kanker dan berperan dalam respon alergi (terutama infeksi cacing). Jumlah eosinofil dalam sel darah putih yaitu sekitar 2 - 4 %, berdiameter 12 - 15 µm, dan jumlah nukleusnya terdiri dari dua lobus yang keduanya juga terhubung oleh filament. Granulla eosinofil dalam sitoplasma jumlahnya sedikit sehingga nukleus masih dapat dilihat jelas.
b.    Basofil : Mengandung granula berwarna biru(warna basa) dan berperan pada reaksi alergi. Granulanya mengandung heparin. berperan dalam respon alergi dan antigen. berdiameter sekitar 9-10 µm. Berjumlah 1% dari total sel darah putih
c.    Netrofil (batang dan segmen) : berfungsi sebagai fagosit membantu melindungi tubuh melawan infeksi bakteri dan jamur dan mencerna benda asing sisa-sisa peradangan. Disebut juga sel Poly Morpho Nuclear. Diameternya antara 12-15 µm. Jumlahnya sekitar 50 - 70 % dari total sel darah putih. Granulanya berwarna merah kebiruan namun hanya sedikit diseluruh sitoplasma, dengan jumlah nukleus terdiri dari tiga lobus atau lebih.
2.    Agranulosit : Lekosit yang sitoplasmanya tidak memiliki granula. Terdiri dari :     
a.    Limfosit : Berfungsi sebagai sel kekebalan tubuh, yaitu
1)    Limfosit T : berperan sebagai imunitas seluler
2)    Limfosit B : berperan sebagai imunitas humoral
b.    Monosit : Lekosit dengan ukuran paling besar. Berfungsi mencerna sel-sel yang mati atau yang rusak dan memberikan perlawanan imunologis terhadap berbagai organisme penyebab infeksi (fagositosis). Nukleusnya terdiri dari dua lobus yang menyatu. Jumlah monosit sekitar 3 - 8 % dalam sel darah putih. Berdiameter antara 16-20 µm

Sifat-sifat lekosit :
1.    Amoeboid à dapat merubah bentuk  
2.    Fagositosit à dapat memakan terutama bakteri, virus, parasit lainnya
3.    Diapedesis à dapat keluar masuk jaringan dan pembuluh darah

Fungsi lekosit ada dua, yaitu :
1.    Fungsi defensip yaitu fungsi untuk mempertahankan tubuh terhadap benda-benda asing termasuk mikroorganisme penyebab infeksi.
2.    Fungsi reparatif yaitu fungsi yang memperbaiki / mencegah terjadinya kerusakan terutama kerusakan vaskuler / pembuluh darah.


·         Trombosit (sel keping darah)
Trombosit disebut pula sel darah pembeku. Jumlah sel pada orang dewasa sekitar 150.000 – 450.000 sel/cc. Di dalam trombosit terdapat banyak sekali faktor pembeku (hemostasis) antara lain adalah faktor VIII (anti haemophilic factor). Jika seseorang secara genetis trombositnya tidak mengandung faktor tersebut, maka orang tersebut menderita Hemofili. Trombosit (sel pembeku) adalah sel anuclear nulliploid (tidak mempunyai nukleus pada DNA-nya) dengan bentuk dan ukuran yang bermacam – macam, ada yang bulat, ada yang lonjong, yang merupakan fragmentasi dari megakariosit. Trombosit tersirkulasi dalam darah dan terlibat dalam mekanisme hemostasis tingkat sel dalam proses pembekuan darah dengan membentuk darah beku. Jumlah normal trombosit yaitu 150.000 - 450.000/mm³. Berkoloni setiap keluar dari pembuluh darah atau ada luka
Proses pembekuan darah dimulai dari trombosit yang menyentuh permukaan yang kasar akan pecah dan mengeluarkan enzim Trombokinase (Tromboplastin). Prosesnya adalah sebagai berikut:
1.    Trombosit pecah menjadi  tromboplastin bersama dengan ion ca
2.    Protrombin menjadi trombin dan vitamin K
3.    Fibrinogen kemudian menjadi fibrin


Hal-hal yang mempengaruhi pembekuan      (koagulasi) :
1. Suhu à kamar, dingin, panas
2. Pengocokan (sentrifugasi) à perlahan,  didiamkan, cepat
3. Benda asing à kaca, kaca + lilin, kaca + kain kasa (pembalut luka)
4. Kalsifikasi
5. Heparin (ekstrak hepar babi)
6. Hirudin (kel. Ludah lintah) & pacetin
7. Glukosa
8. Bisa ular à ringan, sedang, berat

Fungsi Trombosit:

1.    Trombosit mempunyai fungsi yang berhubungan dengan hemostasis ( proses berhentinya darah mengalir dari suatu luka ).
2.    Sebagai sumbatan sementara dalam proses hemostasis. Disamping itu trombosit akan menghasilkan zat – zat kimia tertentu yang menyebabkan vasokontriksi darah.

0 comments:

Post a Comment