Friday, October 28, 2011

Enterobius vermicularis atau Oxyuris vermicularis

Nama umum                    : cacing kremi, pinworm, seatworm
Penyakit                           : Oksiuriasis atau enterobiasis
Distribusi geografik          : tersebar luas diseluruh dunia baik di daerah tropik
        maupun subtropik
Hospes                            : manusia
Habitat                            : cacing dewasa terutama hidup di daerah sekum dan sekitar apendiks manusia. Untuk bertelur cacing betina sering kali mengadakan migrasi ke daerah
  sekitar anus.
Kingdom                   : Animalia
Filum                         :
Nematoda
Kelas                         :
Secernentea
Subkelas                   :
Spiruria
Ordo                           :
Oxyurida
Famili                         :
Oxyuridae
Genus                        : Enterobius
Spesies                      : Enterobius vermiculari

Morfologi

  • Cacing dewasa berukuran kecil, berwarna putih
  • Cacing betina : panjang s/d 13 mm
  • Cacing jantan : panjang s/d 5 mm
  • Tidak terdapat rongga mulut, tetapi dijumpai adanya 3 buah bibir
  • Ekor cacing betina lurus dan runcing sedangkan yang jantan ekornya melingkar, bentuknya seperti tanda tanya (?)
  • Cacing jantan jarang dijumpai karena setelah kopulasi ia akan segera mati
  • Cacing betina dapat bertelur sebanyak 11.000-15.000 setiap hari selama  2 s/d 3 minggu, setelah itu cacing betina mati
  • Telur berbentuk asimetrik dan tidak berwarna, memiliki dinding trasparan dan berisi larva yang hidup
  • Ukuran telur  30  50-60 mikron

Siklus Hidup

1.    telur oleh cacing betina diletakan di daerah sekitar perianal dan perineal
2.    dalam waktu 6 jam menjadi telur yang infektif untuk manusia lain, selain itu dapat pula terjadi autoinfeksi dan retroinfeksi terhadap diri penderita sendiri
3.    telur infektif dapat tertelan bersama makanan, melalui udara atau secara langsung masuk mulut
4.    telur menetas di dalam duodenum
5.    larva rabditiform kemudian akan tumbuh menjadi cacing dewasa di jejenum dan bagian atas ileum
6.    lama siklus hidup adalah 2 s/d 8 minggu

Cara Penularan

Infeksi enterobiasis dapat terjadi melalui 3 jalan yaitu :
  1. penularan dari tangan ke mulut penderita sendiri (autoinfeksi) yaitu ketika penderita  menggaruk daerah sekitar anus karena rasa gatal, kemudian memasukkan tangan atau jari-jarinya ke dalam mulut. Penularan dapat juga terjadi pada orang lain sesudah memegang benda yang tercemar telur infektif
  2. melalui pernafasan dengan menghisap udara yang tercemar telur infektif
  3. penularan retroinfeksi yaitu penularan yang terjadi pada penderita sendiri dimana larva yang menetas di daerah perianal migrasi kembali ke usus penderita sehingga tumbuh kembali menjadi cacing dewasa
Patologi dan gejala klinis
·         Iritasi di sekitar anus, perienum dan vagina oleh cacing betina gravid yang bermigrasi ke daerah anus dan vagina sehingga menyebabkan pruritus lokal
·         Karena cacing bermigrasi ke daerah anus menyebabkan pruritus ani, maka penderita menggaruk daerah sekitar anus sehingga timbul luka garuk di sekitar anus (terjadi pada malam hari)
·         Vaginitis ringan ( peradangan ringan di daerah vagina dan tuba falopii)
·         kurang nafsu makan, berat  badan turun, aktivitas meninggi, enuresis, cepat marah, gigi menggeretak, insomnia, dan mastrubasi,tetapi kadang sulit untuk membuktikan sebab cacing kremi
Diagnosis
  • Dilakukan pemeriksaan anal swab dengan menempelkan scoth adhesive tape di daerah sekitar anus
  • Hasil dari adhesiive tape tersebut diratakan pada kaca objek, kemudian ditetesi dengan toluen lalu diperiksa dengan mikroskop untuk menemukan telur cacing  E. vermecularis
Pengobatan
·         obat piperazin dosis tunggal 3-4 gram(dewasa) atau 25mg/kg berat  badan (anak-anak) diminum dengan segelas air pada pagi hari sehingga obat sampai di sekum dan kolon.
·         pirantel pamoat, mebendazol, pirantel pamoat dan tiabendazol
Pencegahan
1.    selalu menjaga kebersihan perorangan, kebersihan lingkungan dan kebersihan makanan ( mencuci tangan sebelum makan )
2.    untuk memberantas sumber infeksi, penderita dan keluarga harus diobati bersam-sama
3.    tempat tidur dibersihkan, karena mudah sekali tercemar oleh telur cacing yang infektif
4.    usahakan agar sinar matahari langsung dapat memasuki kamar tidur, agar telur dapat terbunuh sinar matahari secara langsung